Baru Aku Jalani

Sabtu, 10 September 2011

Kamu dan untuk mu

Sungguh aku tak mengetahui apa yang terjadi dengan hatiku
Selalu kamu dan hanya kamu
Menemani, bermain, menuntunku berjalan di atas langit biru
Meskipun hanya dalam bayangan yang tampak nyata
Apa yang kamu lakukan, benar aku tidak tahu
Jauh.. Terlalu jauh
Karna aku disini yang mencintaimu
Menyusun kata demi kata
Yang dapat membuatmu tersenyum
Benar.. Aku ingin melihat senyum mu walau hanya sekali
Setiap waktu aku merindukan mu
Entah apa yang aku tunggu mungkin kamu sedang kosong
Entah tulus atau tidak yang kau beri pada ku
Tapi aku?
Benar.. Aku tulus sayang..
Ku pejamkan mataku, sejenak ingin merasakan mu
Merasakan hadirmu, hadir nyatamu sayang
Ku tuliskan sebuah puisi cinta untuk mu
Aku yakin sejenak pun dapat kau lupakan
Tapi bagi ku?
Ini sebagian dari hatiku, yang kupersembahkan untuk mu
Benar.. Ini sangat berarti
Meskipun kau tak menatap mataku
Melihat kejujuran yang tampak dari mata yang berkaca-kaca
Hanya karena mu..
Benar.. Hanya karena mu sayang
Ku persembahkan puisi cintaku di bawah nama mu :*

S.A.G

Kapas Lembutku

Setiap hari setiap waktu semakin berat
Andai saja aku seperti baja
Menopang puluhan berat tetapi tetap kuat
Tetap tegas dan tak berubah bentuk
Tapi aku hanyalah kapas
Walau hanya ditiup bisa hancur, melepas dari bagian-bagiannya
Jika terkena air mata akan tipis, semakin tipis dan tidak berkembang
Tapi jika aku diolah, aku akan menjadi benang, benang yang dapat di ubah menjadi baju
Baju yang dapat kau pakai
Baju yang dapat berguna bagi semua orang
Jangan tiup aku, jangan jatuhkan aku dengan air mata..
Tapi olah lah aku menjadi demikian
Sehingga aku mempunyai nilai
Tidak akan hancur atau menjadi tipis
Akan terlihat indah dan cantik
Rajutan demi rajutan
Kebahagiaan demi kebahagiaan
Membuat batinku yakin aku berguna
Ingat, aku membutuhkan kalian
Sangat membutuhkan kalian
Berperan dalam kapas lembutku
Jadikan kapasku yang kalian mau...

180 DERAJAT

Dunia serasa membalik
Puncaknya sudah mulai diterjang dengan apa pun yang berada di dekatnya
Menerjang melintang seperti puting beliung menyambar
Menjatuhkan dan akhirnya dunia menjadi terbalik
Terpontang panting
Abmburadul
Berantakan seperti benang kusut
Seperti kapal pecah
Sekalipun nyata seperti gempa bumi yang paling dahsyat
Sedu sedan mereka melihat apa yang terjadi
Tapi tak sampai hati untuk membalikannya,
Awan pun tak mampu membasuh menangisi kotoran akibatnya
Api pun tak sanggup melalap pecahan pecahan dan uraian yang begelimangan seperti harta yang tak habis 7 turunan bahkan 1000 turunan sekalipun,
Apabila ada bayi baru lahir di dunia ini..
Mereka tidak akan pernah lupa akan memory ini
Mereka akan membayang-bayang tajam dan penuh penyiksaan di masa kecilnya
Tumbuh menjadi anak yang liar semakin liar dan semakin menjadi jadi akibat ulah memorynya
Dunia semakin terlihat nyata begitu terbalik,
Nyanyian nyanyian kecil tak lagi terdengar merdu, memekakan sungguh memekakan telinga
Suara yang tak lagi terdengarkan oleh satuan bahkan ribuan mungkin jutaan bisa lebih tepatnya tak terhingga akan menyanyikan lagi lagu yang memekakan telinga
Ranting sebagai saksi, mereka dipaksa, menahan rasa sakit telinganya demi menyanyikan senandung kasar tersebut
Menari- nari, berloncat, menginjak-injak tatanan dunia yang indah
Tak kuat menahan lonjakan yang begitu dahsyat satu titik pun murka
Diikuti dengan titik yang lama-lama membentuk garis
Garis kehidupan yang tak layak pakai, langsung buang, pakai lagi, dan buang lagi lagi dan lagi
Hah, sudah lah, banyak perjalanan tentang dunia terbalik
Tapi sampai perjalanan terakhir, kamu yang aku tunjuk pun tak akan mengerti maksudku
Maksud benar ku? Atau pun maksud salah ku?
Tak usah dipikirkan, atau kalau mau pun pikirkan saja.
Tak pernah ada paksaan, yang ada hanya sebuah ungkapan dari seorang anak manusia berumur belasan tahun
Yang sedang menyaksikan, perputaran keterbalikan dunia!

Hanya Ini Alasanku Untuk Mundur

Pengen lari lari lari rasanya,
Apa memang manusia itu harus yang ada pada tingkat teratas tidak mempunyai hati?
Sehingga kami yang mungkin ada di bawahnya harus terinjak dengan ketidakadaan hatinya?
Apa aku meminta lebih?
Apa aku minta sesuatu dari dirinya yang bisa membuat dia jatuh?
TIDAK! Aku tidak pernah meminta padanya..
Senyum yang palsu,
sangat palsu...
seperti hitam memakai topeng putih,
Apa aku harus menepuk pundaknya agar dia sadar?
Agar dia bisa memungut hati yang paling kecil,
Yang paling kecil saja agar dia mengerti maksudku
Atau Kau saja yang menampar wajahnya agar dia tersentak dan hampir membungkuk
agar dia melihat yang ada dibawahnya!
Apa harus dia naik membusungkan dada dan bercerita tentang ketidakadaan hatinya?
Sungguh sangat miris dan kasihan aku melihatnya tertawa!

Buat Aku Mengerti

Tuhan, bangunkan aku dari tidurku!
Dari tidur panjangku ini...
Dari tidur yang tak akan pernah berakhir...
Tuhan, pastikan bahwa semuanya hanya hayal!
Hanya hayal yang tidak akan pernah usai...
Hanya hayal yang tidak dapat dihentikan...
Tuhan, meskipun aku yakin ini bukan mimpi!
Tolong jadikan ini hanya sebuah mimpi!
Mimpi yang paling buruk...
Mimpi yang paling abadi...
Juga Mimpi yang paling hidup...
Oh Tuhanku yang Maha Esa
Mengapa kau tak membiarkan aku melarikan diri dari tidurku?
Mengapa kau tak membiarkan aku mengusik hayal bodohku?
Mengapa kau tak membiarkan aku lepas dari jerat rantai mimpi?
Yaa Tuhan.. Kau maha tau dan mengetahui
Apabila ini bukan tidurku?
Bukan hayal ku?
Dan bukan mimpi-mimpi ku?
Aku pasrah jika kau jadikan kenyataan!
Tapi buat aku mengerti tentang
Kenyataan yang sulit ku terima
Tentang Kenyataan yang sulit sekali ku bilang manis
Ini Terasa sangat pahit ya Tuhan
Karna ini tentang kenyataan yang bukan ku harapkan sebuah kenyataan!!???!!??

Puisi Kematian Nyata

Lonceng itu telah berbunyi..
Waktu menunjukan pukul 3 pagi
Aku bilang aku yang terdahulu
Tapi mengapa Engkau mengambil jantung keluargaku
Hancur, kacau, dan rasanya ingin menyudahi kehidupan ini..
Apa kau marah padaku Tuhan?
Mimpi kematian membayangiku lagi
Bahkan lebih parah jadinya
Tentang aku
Ibuku tersayang
Dan adik-adiku yang masih kecil
Aku menjaga mereka Tuhan,
Aku akan menjaga mereka!
Sakit rasanya harus menahan tangis..
Meskipun itu untuk membuat mereka tegar
Sudahlah, akhiri saja!
Tapi teringat ucapan terakhirnya
Aku harus bisa!
Setetes, dua tetes, dan akhirnya rembas air mataku dibelakang mereka..
Aku bingung setengah mati!
Bagaimana kehidupanku selanjutnya?
Tentang papahku tersayang, pasti surga yang kau dapatkan,
Tenanglah pah..
Bantu.. Bantulah kami pah..
Aku akan terus tetap berjuang
Meskipun dengan sesak di dada!

Puisi Kematian

Sesak lorong itu!
Merapat tegak tak ada gerak
Masih adakah tempat untukku nanti?
Entah nanti entah sekarang
Mau aku, aku terdahulu
Terserah Tuhan aku ikut saja
Bila nanti saatnya tiba,
Pesankan aku yang terbiasa
Yang termurah dan yang terdekat
Terbiasa karna aku tak ingin menyusahkanmu
Termurah karna tak ingin ku jual
Terdekat karna ingin selalu kau jenguk atau sekedar menaruh bunga yang harum
Puisi kematian selalu membayangiku
Sehingga aku dingin kadang ingin bercerita
Tentang hidup
Tentang bahagia
Dan tentang arti sandiwara
Masihkah ada lonceng?
Yang menandakan puisiku akan menjadi nyata
Ketika lonceng itu dibunyikan
Segenap aku hilang perlahan
Menantikan hilang sekaligus
Dan.... Hening sejenak
Aku meminta waktu untuk diputar kembali!!!!!!!!