Baru Aku Jalani

Sabtu, 10 September 2011

180 DERAJAT

Dunia serasa membalik
Puncaknya sudah mulai diterjang dengan apa pun yang berada di dekatnya
Menerjang melintang seperti puting beliung menyambar
Menjatuhkan dan akhirnya dunia menjadi terbalik
Terpontang panting
Abmburadul
Berantakan seperti benang kusut
Seperti kapal pecah
Sekalipun nyata seperti gempa bumi yang paling dahsyat
Sedu sedan mereka melihat apa yang terjadi
Tapi tak sampai hati untuk membalikannya,
Awan pun tak mampu membasuh menangisi kotoran akibatnya
Api pun tak sanggup melalap pecahan pecahan dan uraian yang begelimangan seperti harta yang tak habis 7 turunan bahkan 1000 turunan sekalipun,
Apabila ada bayi baru lahir di dunia ini..
Mereka tidak akan pernah lupa akan memory ini
Mereka akan membayang-bayang tajam dan penuh penyiksaan di masa kecilnya
Tumbuh menjadi anak yang liar semakin liar dan semakin menjadi jadi akibat ulah memorynya
Dunia semakin terlihat nyata begitu terbalik,
Nyanyian nyanyian kecil tak lagi terdengar merdu, memekakan sungguh memekakan telinga
Suara yang tak lagi terdengarkan oleh satuan bahkan ribuan mungkin jutaan bisa lebih tepatnya tak terhingga akan menyanyikan lagi lagu yang memekakan telinga
Ranting sebagai saksi, mereka dipaksa, menahan rasa sakit telinganya demi menyanyikan senandung kasar tersebut
Menari- nari, berloncat, menginjak-injak tatanan dunia yang indah
Tak kuat menahan lonjakan yang begitu dahsyat satu titik pun murka
Diikuti dengan titik yang lama-lama membentuk garis
Garis kehidupan yang tak layak pakai, langsung buang, pakai lagi, dan buang lagi lagi dan lagi
Hah, sudah lah, banyak perjalanan tentang dunia terbalik
Tapi sampai perjalanan terakhir, kamu yang aku tunjuk pun tak akan mengerti maksudku
Maksud benar ku? Atau pun maksud salah ku?
Tak usah dipikirkan, atau kalau mau pun pikirkan saja.
Tak pernah ada paksaan, yang ada hanya sebuah ungkapan dari seorang anak manusia berumur belasan tahun
Yang sedang menyaksikan, perputaran keterbalikan dunia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar