Baru Aku Jalani

Sabtu, 10 September 2011

Puisi Kematian

Sesak lorong itu!
Merapat tegak tak ada gerak
Masih adakah tempat untukku nanti?
Entah nanti entah sekarang
Mau aku, aku terdahulu
Terserah Tuhan aku ikut saja
Bila nanti saatnya tiba,
Pesankan aku yang terbiasa
Yang termurah dan yang terdekat
Terbiasa karna aku tak ingin menyusahkanmu
Termurah karna tak ingin ku jual
Terdekat karna ingin selalu kau jenguk atau sekedar menaruh bunga yang harum
Puisi kematian selalu membayangiku
Sehingga aku dingin kadang ingin bercerita
Tentang hidup
Tentang bahagia
Dan tentang arti sandiwara
Masihkah ada lonceng?
Yang menandakan puisiku akan menjadi nyata
Ketika lonceng itu dibunyikan
Segenap aku hilang perlahan
Menantikan hilang sekaligus
Dan.... Hening sejenak
Aku meminta waktu untuk diputar kembali!!!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar