Baru Aku Jalani

Sabtu, 10 September 2011

Puisi Kematian Nyata

Lonceng itu telah berbunyi..
Waktu menunjukan pukul 3 pagi
Aku bilang aku yang terdahulu
Tapi mengapa Engkau mengambil jantung keluargaku
Hancur, kacau, dan rasanya ingin menyudahi kehidupan ini..
Apa kau marah padaku Tuhan?
Mimpi kematian membayangiku lagi
Bahkan lebih parah jadinya
Tentang aku
Ibuku tersayang
Dan adik-adiku yang masih kecil
Aku menjaga mereka Tuhan,
Aku akan menjaga mereka!
Sakit rasanya harus menahan tangis..
Meskipun itu untuk membuat mereka tegar
Sudahlah, akhiri saja!
Tapi teringat ucapan terakhirnya
Aku harus bisa!
Setetes, dua tetes, dan akhirnya rembas air mataku dibelakang mereka..
Aku bingung setengah mati!
Bagaimana kehidupanku selanjutnya?
Tentang papahku tersayang, pasti surga yang kau dapatkan,
Tenanglah pah..
Bantu.. Bantulah kami pah..
Aku akan terus tetap berjuang
Meskipun dengan sesak di dada!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar